Format Digital Video di Dunia Industri Penyiaran

Secara internasional (diambil dari lembaga PBB yaitu International Telecommunication Union), dunia digital terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

  1. DV 25
  2. DV 50
  3. DV 100

DV25,DV50,danDV100 mewakili dari transfer dan write rate dari setiap produk digitial video.Jadi DV25 mewakili produk yang memiliki rate 25 mb/s,
DV50 mewakili 50mb/s, 100 mewakili 100 mb/s.

Untuk orientasi produknya, DV 25 digunakan untuk kelas Home Use/profesional,DV50 digunakan untuk kelas Broadcast/Penyiaran, DV 100 untuk kelas High-End atau yang dikenal sekarang dengan HDTV.

Setiap produsen wajib memberi tahu setiap produknya masuk klasifikasi mana, dan ini ikatannya wajib. Contoh nya seperti ini,

Untuk produksi SONY mengeluarkan produk sebagai berikut:

  1. DV 25: DVCAM

    HDV
  2. DV 50: Digital Betacam
  3. DV100:HDCAM

Untuk produksi PANASONIC mengeluarkan produk sebagai berikut:

  1. DV 25: DVCpro
  2. DV 50: DVCpro50
  3. DV 100: DVCpro HD
    Demikian juga berlaku untuk peralatan editing, seperti AVID:
  1. DV 25: AVID Express DV
  2. DV 50: AVID Media Composer Adrenalin
  3. DV 100: AVID DS Nitris

Semakin keatas data ratenya, semakin mahal harga produknya mengingat semakin tinggi kemampuan alat menghasilkan produk yang berkualitas.

Contohnya:

  1. Sinetron Malin Kundang menggunakan kamera digital betacam
  2. Program jelajah menggunakan kamera DVcam

Diluar konsep acara dan rating yang didapat kita bandingan kualitas gambar yang diterima dirumah anda , tentu saja sinetron Malin Kundang yang menang.

Apakah itu salah ?? TIDAK!

Karena sekarang ini di negara kita konsep DV25,50 ( DV100 belum masuk sistem penyiaran Indonesia) agak rancu dan stasiun TV nasional pun menganggap itu fine2 aja karena toh biaya produksi dan harga jual produk outsourching dari PH luar menjadi kebanting.

Bagaimana dengan kita ? buat saya pribadi, sejauh kita tidak ingin head-to-head dengan Sinemart atau Multivision…dan stasiun TV ok2 aja.
Ya Jalan Terusss….hehehe.

Yang perlu dilihat mungkin mengenai proses Mastering nya ajah, atau kata orang siy printing ke master On-Air nya…
Departemen Quality Control setiap TV, memuat 2 persyaratan umum program yang layak ditayangkan :

  1. Lolos uji Teknis
  2. Lolos uji konten

Konten aku ga bahas jauh, tapi garis besarnya tak boleh ada unsur SARA, seks, kriminal berlebih dll.
Tapi kalo unsur teknis ada beberapa hal :

  1. White Level
  2. Color Balance
  3. Audio amplitude Level
  4. Audio Phase

dan jangan lupa durasi, karena lewat 1 menit atau kurang 1 menit, program kita ditolak!

Comments are closed.